Kulit Pisang Dan Lemon Sebagai Sumber Listrik Alternatif

Kulit Pisang Dan Lemon Sebagai Sumber Listrik Alternatif

-

 Sumber Listrik Alternatif Di Sekitar Kita

Beberapa dari kita pasti pernah melihat video percobaan pembuatan listrik alternatif. Beberapa benda yang sekiranya tak lazim akan digunakan sebagai sumber penghasil listrik. Untuk pembuktiannya, biasanya digunakan alat listrik yang sering kita pakai sehari-hari seperti bohlam lampu, ponsel, jam dinding, maupun voltmeter. Dengan lilitan kabel tertentu, akhirnya dibuatlah rangkaian listrik sempurna. Pertanyaannya adalah, apakah penghasil listrik alternatif itu benar-benar ada? Lalu benda apa saja yang bisa kita manfaatkan sebagai penghasil listrik alternatif?

Fakta Kulit Pisang Dan Lemon

Tanpa disangka sebelumnya, ternyata kulit pisang bisa dijadikan sebagai penghasil listrik alternatif. Kulit yang biasanya selalu dibuang ini ternyata mengandung kalium, yang berfungsi sebagai penghantar listrik yang baik saat bereaksi dengan garam sodium. Asal cara aplikasinya benar, beberapa perangkat berbaterai bisa menyala karena kandungan pada kulit pisang terbukti bisa menghasilkan listrik.

Selanjutnya adalah buah lemon. Buah dengan rasa khas asam ini ternyata mengandung senyawa asam sitrat dan merupakan alternatif dari pada elektrolit, yang artinya buah lemon ini dapat menghantarkan arus listrik dengan baik. Semakin asam buahnya, maka daya arus listrik yang dihantarkan juga akan semakin besar.

Percobaan Dengan Kulit Pisang

kulit pisang

Mungkin terdengar aneh namun benda yang dianggap sampah ini ternyata dapat menghasilkan elektron penghasil listrik. Kulit pisang dapat dimanfaatkan sebagai baterai kering dengan rataan elektrolit hingga 1,24 volt. Jika digunakan sebagai baterai pada radio, penggunaannya bisa mencapai tiga hari. Jika digunakan sebagai baterai pada jam dinding, penggunaannya bisa mencapai lima hari. Berikut adalah cara pembuatan baterai kering dengan kulit pisang. Pertama adalah menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan yaitu kulit pisang secukupnya, bisa menggunakan kulit pisang jenis apapun. Kemudian siapkan juga baterai bekas ukuran apapun, sarung tangan latex, masker, kacamata khusus percobaan, pisau, tang, dan voltmeter tegangan kecil.

Pertama, gunakan sarung tangan latex, masker dan kacamata khusus dulu sebelum memulai. Potong kulit pisang sekecil mungkin menggunakan pisau. Buka tutup baterai, kutub positif, menggunakan tang. Di dalamnya nanti akan ada batang karbon, hati-hati, jangan sampai patah. Keluarkan isi dalam baterai, biasanya berupa bahan kering seperti pasir. Jangan sampai merusak pembatas antara kutub positif dan negatif. Masukkan kulit pisang yang sudah dipotong kecil hingga cukup penuh. Kembalikan batang karbon ke posisi semula lalu tutup. Rapikan.

Baca Juga  Penggunaan Hidrogen Peroxida sebagai Pemutih Gigi, Amankah?

Selanjutnya cek daya listrik dari baterai yang kita buat dengan voltmeter. Apabila tidak memiliki voltmeter, kita bisa juga mengaplikasikan baterai buatan kita pada radio atau jam dinding. Jika berfungsi, artinya percobaan kita berhasil.

Percobaan Dengan Buah Lemon

buah lemon

Kali ini, kita akan melakukan percobaan dengan menggunakan buah lemon. Ada beberapa alat dan bahan yang harus dipersiapkan. Di antaranya satu buah lemon, satu buah lempeng tembaga sebagai kutub positif, satu buah lempeng seng sebagai kutub negatif, pisau, dua buah kabel listrik secukupnya, dan satu buah lampu bohlam kecil. Pertama, buatlah dua sayatan sejajar pada buah lemon menggunakan pisau. Ambil lempeng tembaga dan juga lempeng seng, lalu masukkan sekitar sepertiga hingga setengah bagian ke masing-masing sayatan. Kemudian lilit masing-masing kutub, lempeng tembaga dan juga lempeng seng, dengan kabel listrik secukupnya. Jika sudah dirasa cukup, sambungkan kedua ujung kabel dari setiap lilitan ke bohlam kecil. Nantinya lampu bohlam akan menyala.

Fakta Yang Bisa Kita Pelajari

Seperti yang sudah dijelaskan di paragraf sebelumnya, penggunaan kulit pisang maupun buah lemon adalah potensi yang baik dalam membuat sumber listrik alternatif. Dengan melakukan percobaan secara mandiri, akan dibuktikan bahwa kulit pisang yang mengandung kalium merupakan penghantar listrik yang baik dan bisa menghidupkan perangkat berbaterai. Buah yang bersifat asam seperti lemon juga dapat menghantarkan arus listrik dengan baik, sesuai dengan sifatnya yang elektrolit.

Semakin asam buahnya, semakin besar daya arus listriknya. Dengan melakukan percobaan ringan, bukan tidak mungkin bahwa kulit pisang dan lemon bisa membuat listrik alternatif yang akan menunjang kehidupan manusia di masa depan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *